Dukung Lingkungan Belajar Sehat, MAN Rejang Lebong Lakukan Skrining Kesehatan Fisik dan Mental Siswa Baru
Rejang Lebong (HUMAS) --- Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi seluruh peserta didik baru tahun pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 31 Juli 2025, bertempat di Aula Asrama Putri MAN Rejang Lebong. Pemeriksaan dilakukan atas kerja sama dengan tenaga medis dari Puskesmas Batugaling Curup Tengah.
Program ini menjadi bagian penting dari orientasi siswa baru atau masa taaruf siswa madrasah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini cakupan pemeriksaan diperluas, tidak hanya menyangkut kesehatan fisik dasar seperti tinggi badan dan berat badan, tetapi juga pemeriksaan organ indera seperti mata, telinga, dan hidung, pengukuran kadar hemoglobin (HB), hingga asesmen awal kesehatan mental atau kejiwaan.
Kepala MAN Rejang Lebong, Yusrijal, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata madrasah dalam menempatkan aspek kesehatan sebagai prioritas utama dalam pendidikan. Menurutnya, siswa yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menerima materi pembelajaran dan aktif dalam berbagai kegiatan madrasah.
“Kesehatan peserta didik adalah fondasi awal dari keberhasilan mereka dalam menempuh pendidikan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari pemetaan kondisi siswa agar kami dapat memberikan layanan yang lebih tepat dan berkelanjutan,” ujar Yusrijal saat membuka kegiatan tersebut.
Pemeriksaan dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Batugaling Curup Tengah yang terdiri dari beberapa tenaga medis berpengalaman. Di antara petugas yang hadir adalah Yuniarti, tenaga medis yang khusus menangani pemeriksaan kejiwaan. Pemeriksaan kesehatan mental ini dilakukan dengan pendekatan wawancara ringan dan observasi perilaku sebagai bagian dari skrining awal terhadap potensi gangguan psikologis pada siswa baru.
Yuniarti menjelaskan bahwa remaja usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap tekanan emosional, terutama saat mengalami transisi dari sekolah menengah pertama ke tingkat atas. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi secara dini jika ada siswa yang memerlukan dukungan mental lebih lanjut.
“Kami ingin memastikan bahwa siswa datang ke madrasah dalam kondisi mental yang baik. Bila ada indikasi tekanan emosional atau gangguan psikologis, kami bisa menyarankan rujukan lebih lanjut kepada orang tua dan pihak sekolah,” ungkapnya.
Dari pihak internal madrasah, kegiatan ini dikoordinasikan oleh petugas UKS MAN Rejang Lebong, Vika, yang mengatur jalannya proses pemeriksaan mulai dari pendataan siswa, alur pemeriksaan, hingga pendampingan peserta selama proses berlangsung. Dengan sistem antrian yang tertib dan jadwal yang diatur bergilir, para siswa dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman tanpa terburu-buru.
Vika menyebutkan bahwa dari total siswa baru yang mengikuti pemeriksaan, sebagian besar menunjukkan kondisi kesehatan yang cukup baik. Namun demikian, terdapat beberapa siswa yang ditemukan mengalami gangguan ringan, seperti gangguan penglihatan, HB yang rendah, serta keluhan ringan seperti pusing atau kurang nafsu makan.
“Siswa-siswa yang terindikasi memiliki masalah kesehatan kami data secara khusus dan akan kami tindak lanjuti dengan pemberitahuan kepada wali kelas maupun orang tua siswa untuk tindakan lanjutan,” kata Vika.
Pihak madrasah juga akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan ini sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan layanan kesehatan rutin di lingkungan MAN Rejang Lebong, seperti program gizi tambahan, konseling rutin, atau rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika diperlukan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari seluruh civitas akademika madrasah. Para siswa pun tampak antusias mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan. Beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka merasa senang karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya dengan jelas dan merasa diperhatikan oleh pihak madrasah.
“Saya senang bisa ikut pemeriksaan ini. Ternyata penglihatan saya kurang bagus, jadi saya disarankan untuk periksa lanjutan. Kalau tidak diperiksa seperti ini, mungkin saya tidak tahu,” ungkap salah satu siswa baru yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini menjadi contoh praktik baik dalam penerapan pendidikan yang holistik, yaitu tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik dan mental peserta didik. Kepala madrasah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin di setiap awal tahun ajaran, tidak hanya bagi siswa baru tetapi juga untuk seluruh siswa secara berkala.
Dengan kerja sama lintas sektor antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan, MAN Rejang Lebong menunjukkan komitmen kuat dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Dukungan seperti ini diharapkan menjadi teladan bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membangun budaya sehat dan peduli terhadap kesehatan jiwa siswa.
(WAJDI/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : MANREJANGLEBONG
From : MAN Rejang Lebong

.jpg)

.jpg)