DAERAH
PENDIDIKAN
04 Agustus 2025
87
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah
Siswa MTs Muhammadiyah Curup Belajar Kelompok PKn, Tingkatkan Pemahaman dan Kerjasama
Rejang Lebong (Humas) --- Pemahaman tentang hak, kewajiban, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi pondasi penting bagi siswa MTs Muhammadiyah Curup. Untuk mencapai tujuan ini, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) seringkali dilakukan dengan metode belajar kelompok, yang dirancang untuk memperkuat nasionalisme, toleransi, dan semangat gotong royong. (4/8/2025)
Di dalam kelas, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membahas dan menganalisis topik-topik PKN. Misalnya, mereka dapat mendiskusikan implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM, atau merumuskan solusi untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar.
Metode ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih interaktif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif, Mengembangkan Keterampilan Komunikasi, Melatih Kerjasama Tim.
Guru PKN, Bapak M. Amin, S.H., menjelaskan, "PKN tidak hanya tentang teori, tetapi juga praktik. Melalui belajar kelompok, kami ingin siswa merasakan langsung bagaimana berdemokrasi, berdiskusi, dan bekerja sama dalam sebuah tim. Ini adalah bekal nyata bagi mereka untuk menjadi warga negara yang baik."
Kepala MTs Muhammadiyah Curup, Bapak Dr. Azzohardi, S.Ag., M.Pd., mendukung penuh metode pembelajaran ini. "PKN sangat relevan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan Pancasila. Kami berharap, dengan metode belajar kelompok, siswa kami tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan jiwa toleransi yang tinggi," pungkasnya.
Dengan pembelajaran PKN yang berpusat pada siswa, MTs Muhammadiyah Curup berupaya mencetak generasi muda yang sadar akan hak dan kewajibannya, serta siap menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis dan majemuk.
(M RAGA YUSUF /Edwinsya)
Di dalam kelas, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membahas dan menganalisis topik-topik PKN. Misalnya, mereka dapat mendiskusikan implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM, atau merumuskan solusi untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar.
Metode ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih interaktif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif, Mengembangkan Keterampilan Komunikasi, Melatih Kerjasama Tim.
Guru PKN, Bapak M. Amin, S.H., menjelaskan, "PKN tidak hanya tentang teori, tetapi juga praktik. Melalui belajar kelompok, kami ingin siswa merasakan langsung bagaimana berdemokrasi, berdiskusi, dan bekerja sama dalam sebuah tim. Ini adalah bekal nyata bagi mereka untuk menjadi warga negara yang baik."
Kepala MTs Muhammadiyah Curup, Bapak Dr. Azzohardi, S.Ag., M.Pd., mendukung penuh metode pembelajaran ini. "PKN sangat relevan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dan Pancasila. Kami berharap, dengan metode belajar kelompok, siswa kami tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan jiwa toleransi yang tinggi," pungkasnya.
Dengan pembelajaran PKN yang berpusat pada siswa, MTs Muhammadiyah Curup berupaya mencetak generasi muda yang sadar akan hak dan kewajibannya, serta siap menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis dan majemuk.
Hastag : #MTsmuhammadiyahcurup
From : MTs Muhammadiyah

.jpg)

.jpeg)