Pesona Unik Bunga Bangkai Membahana di Desa Air Dingin, Sindang Kelingi
Rejang Lebong (HUMAS)Ā - Desa Air Dingin yang terletak di Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini menjadi pusat perhatian warga sekitar dan pengunjung dari berbagai daerah. Keunikan yang memukau hadir dalam bentukĀ Amorphophallus Titanum, atau lebih dikenal sebagai bunga bangkai, yang tumbuh subur di lahan warga setempat. (28/2/24)
Berasal dari Sumatera, Indonesia, bunga bangkai ini memikat hati dengan Betuk yang besar dan aroma khasnya. Meskipun beberapa orang mungkin tidak tertarik dengan aromanya yang tidak sedap, namun bunga ini memiliki peran vital dalam ekosistem dengan menarik serangga penyerbuk.
Belum lama ini, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Sindang Kelingi, Bapak Slamet Cahyadi S. Sos., bersama dengan rekan-rekannya, turut meninjau langsung lokasi di mana bunga bangkai tersebut tumbuh. Keberadaan mereka menjadi bukti konkret ketertarikan masyarakat terhadap keindahan alam yang unik. Sebelum dan sesudah peninjauan, mereka juga menyempatkan diri mengunjungi rumah Kepala Desa untuk membahas fenomena alam yang kerap terjadi di daerah ini.
Kepala Desa menyatakan bahwa Sindang Kelingi, terutama Kabupaten Rejang Lebong, seringkali menjadi tempat tumbuhnya bunga bangkai dan bunga rafleasia. Kehadiran tanaman langka ini tidak hanya memikat perhatian lokal, tetapi juga memberikan kekayaan pada keanekaragaman hayati daerah tersebut. Desa Air Dingin pun menjadi destinasi menarik bagi para pecinta alam dan penggemar keunikan flora Indonesia.
Dengan fenomena alam yang tak terlupakan ini, Desa Air Dingin berpotensi menjadi destinasi wisata alam yang terkenal, menarik para pengunjung dari berbagai penjuru untuk menyaksikan pesona unik bunga bangkai dan keindahan alam lainnya. Diharapkan, perhatian terhadap keberagaman hayati ini juga dapat menjadi dorongan untuk melestarikan ekosistem alam yang semakin rentan terhadap perubahan iklim.
(Slamet cahyadi sani /Super User)Hastag : #KUASindangKelingi #BungaBangkai
From : KUA S. Kelingi



