DAERAH
UMUM
13 Agustus 2025
629
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Guru MTsN 2 Rejang Lebong Ajak Siswa Kelas IX B Berlatih “Dialogue Two Person: The Expression of Hope”
Rejang Lebong, (Humas) – Proses pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN 2 Rejang Lebong terus dikemas dengan metode kreatif dan interaktif. Pada Rabu (13/8), guru Bahasa Inggris, Yeni Oktavia, S.Pd.I, mengajak siswa kelas IX B untuk berlatih percakapan dua orang (Dialogue Two Person) dengan tema The Expression of Hope. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas IX B dengan suasana yang hidup dan penuh semangat.
Yeni Oktavia menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran kali ini adalah melatih siswa untuk menggunakan ungkapan harapan (hope) dan keinginan (wish) dalam percakapan sehari-hari. “Dengan metode dialog berpasangan, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan bahasa secara aktif,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa latihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi tentang berbagai bentuk expression of hope, seperti “I hope you pass the exam” atau “I wish you success”. Setelah itu, siswa diminta untuk membentuk pasangan dan membuat percakapan singkat yang berisi ucapan harapan untuk situasi tertentu, misalnya saat teman akan mengikuti lomba, menghadapi ujian, atau merayakan ulang tahun.
Para siswa terlihat antusias dan kreatif dalam menyusun dialog mereka. Beberapa pasangan bahkan memeragakan dialog dengan ekspresi dan intonasi yang menarik, membuat suasana kelas menjadi hangat dan menyenangkan. Yeni Oktavia memberikan apresiasi serta masukan kepada setiap pasangan agar penggunaan kosakata dan pengucapan menjadi lebih tepat.
Menurut Yeni, pembelajaran semacam ini efektif karena mendorong siswa untuk berpikir cepat, berimprovisasi, dan bekerja sama dengan teman. “Belajar bahasa itu seperti belajar musik atau olahraga, harus sering dipraktikkan supaya semakin mahir,” jelasnya. Ia berharap metode ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan di kelas lain.
Dengan berakhirnya pembelajaran, siswa mengaku merasa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris. Mereka juga termotivasi untuk terus berlatih di luar kelas, baik dengan teman maupun secara mandiri. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara langsung mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
(April/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2



.jpg)