Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Wujud Kolaborasi POKJAWAS dan PGRI untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan di Rejang Lebong
Rejang Lebong (Humas) – Rabu, 20 agustus 2025. Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah dengan mengadakan kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi dan kolaborasi antara POKJAWAS dengan PGRI Cabang Khusus serta K3 MI, MTs, MA, dan RA se-Kabupaten Rejang Lebong.
Workshop yang digelar di salah satu aula pertemuan di Curup tersebut diikuti oleh kurang lebih 130 peserta, yang terdiri dari para kepala madrasah, guru, dan pengawas dari berbagai satuan pendidikan. Kehadiran peserta dalam jumlah besar ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran akan pentingnya penerapan kurikulum yang mampu menghadirkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kedekatan antara guru dan peserta didik.
Ketua POKJAWAS Kemenag Rejang Lebong, Ibu Efzuani, S.Ag, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar konsep, tetapi merupakan pendekatan yang nyata dan relevan untuk membangun suasana belajar yang sehat, menyenangkan, dan bermakna. “Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menghadirkan wajah pendidikan madrasah yang penuh kehangatan, yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan karakter, akhlak, dan kasih sayang. Pendidikan bukan hanya soal angka-angka, tetapi tentang bagaimana kita mendidik hati dan jiwa anak-anak kita,” ujar Efzuani.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Bapak H. Lukman, M.H. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada POKJAWAS dan seluruh pihak yang terlibat dalam terselenggaranya kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi workshop ini. Kolaborasi antara POKJAWAS, PGRI, dan K3 di semua jenjang madrasah merupakan langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan. Kurikulum Berbasis Cinta ini sangat sesuai dengan visi Kemenag dalam mewujudkan madrasah hebat dan bermartabat, karena pendidikan yang didasari cinta akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” terang H. Lukman.
Lebih lanjut, beliau berharap agar seluruh peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga benar-benar menyerap setiap materi yang disampaikan. “Ilmu yang didapat hari ini hendaknya menjadi bekal untuk diterapkan di madrasah masing-masing, sehingga ada perubahan nyata dalam cara mengajar, mendidik, dan membimbing peserta didik kita,” tambahnya.
Workshop ini menghadirkan pemateri-pemateri berkompeten dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang memaparkan konsep, strategi, hingga praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan belajar mengajar. Diskusi interaktif juga digelar untuk memberi ruang kepada para peserta dalam menyampaikan pengalaman, kendala, sekaligus mencari solusi bersama dalam penerapan kurikulum tersebut di madrasah.
Salah seorang peserta, perwakilan guru MTs, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini. “Materi yang disampaikan sangat menyentuh. Kami merasa lebih termotivasi untuk mendidik dengan hati, karena sering kali kita terjebak pada rutinitas administrasi. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kami diajak kembali pada ruh pendidikan sesungguhnya, yaitu mendidik dengan penuh kasih sayang,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Acara ditutup dengan harapan bersama agar konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat diimplementasikan secara luas di seluruh madrasah di Kabupaten Rejang Lebong. Dengan demikian, kehadiran madrasah tidak hanya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan nilai-nilai kemanusiaan.
(Lidya /Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #Pokjawasbergerak
From : KUA Curup

.jpg)

