DAERAH
UMUM
20 Agustus 2025
93
(April/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2
Aktif Berdiskusi, Guru MTsN 2 Rejang Lebong Paparkan Pemahaman tentang Madrasah Inklusif
Rejang Lebong, (Humas) – Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula MAN Rejang Lebong, Rabu (20/8/2025), menjadi ruang berbagi pengalaman bagi para guru madrasah dalam memahami konsep pendidikan inklusif. Guru MTsN 2 Rejang Lebong tampil aktif dalam diskusi, membagikan pandangan serta pengalaman nyata terkait penerapan madrasah inklusif.
Dalam sesi diskusi yang dipandu pemateri Rupi’ah, S.Ag., M.Pd. dari Kemenag Bengkulu Tengah, pemateri mengajukan pertanyaan mengenai siapa yang memahami konsep madrasah inklusif. Hj. Azizah, S.Pd., guru MTsN 2 Rejang Lebong, dengan penuh semangat mengangkat tangan dan menyampaikan pendapatnya.
“Menurut saya, madrasah inklusif adalah madrasah yang menerapkan pendidikan secara merata tanpa membedakan antara siswa normal dan siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus),” jelas Azizah.
Pendapat tersebut disambut positif oleh pemateri dan peserta lainnya. Diskusi semakin menarik ketika rekan sesama guru, Athiyyah Nurharlita, S.Pd., turut menambahkan pandangannya dengan mencontohkan pengalaman nyata di MTsN 2 Rejang Lebong.
“Madrasah kami sudah berusaha menjadi inklusif. Di kelas filial, kami pernah menerima siswa ABK, bahkan anak-anak yang putus sekolah dan dianggap nakal di lingkungannya. Ada juga yang bertato dan berperilaku keras, tetapi alhamdulillah setelah kami bina di madrasah, mereka menunjukkan perubahan positif,” ungkap Athiyyah.
Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu menjadi ruang penerimaan, pembinaan, dan transformasi karakter bagi seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang mereka.
Pemateri, Rupi’ah, memberikan apresiasi atas keterbukaan para guru MTsN 2 Rejang Lebong dalam berbagi pengalaman. Ia menegaskan bahwa praktik nyata tersebut sejalan dengan semangat KBC yang menekankan pendidikan berbasis kasih sayang dan keberpihakan kepada semua anak.
Diskusi pendidikan inklusif ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta tentang konsep madrasah inklusif, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pendidikan dengan cinta dan kasih sayang mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan siswa.
Dengan partisipasi aktif guru-gurunya, MTsN 2 Rejang Lebong menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan madrasah sebagai ruang belajar inklusif, ramah anak, dan berlandaskan nilai-nilai humanis.
Hastag : #madrasahmandiriberprestasi
From : MTsN 2

.jpg)

