Workshop Kurikulum Cinta di MAN Rejang Lebong: Merajut Pendidikan dengan Kasih Sayang
Rejang
Lebong (HUMAS) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong menjadi tuan rumah
kegiatan workshop bertajuk “Membangun Peradaban Berbasis
Kasih Sayang Melalui Kurikulum Berbasis Cinta” pada 20–21 Agustus
2025. Suasana penuh semangat menyelimuti madrasah ketika ratusan guru dan
kepala madrasah dari berbagai jenjang berkumpul untuk menggali konsep
pendidikan berbasis kasih sayang.
Kegiatan ini dibuka secara
resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, H. Lukman,
S.Ag., M.H., didampingi Kasi Penmad, Adrihadi, S.Ag., M.H. Workshop
menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Rupiah, S.Ag., M.Pd., dan Wira
Tata Raya, S.Pd., yang mengupas pentingnya menanamkan nilai empati, kepedulian,
dan kebahagiaan dalam proses pembelajaran.
Workshop ini terselenggara atas
kolaborasi PGRI Kemenag, Pokjawas, serta Kelompok Kerja Kepala Madrasah, dan
diikuti 125 peserta dari RA, MI, MTs, hingga MA se-Kabupaten Rejang Lebong.
Hadir pula Kepala RA Ummatan Wahidah, Sri Wahyumi, S.Pd., bersama Wakil Kepala
Bagian Kurikulum, Pasaremi, SE, S.Pd., yang turut aktif dalam sesi diskusi dan
praktik penyusunan rencana implementasi kurikulum berbasis cinta.
Para peserta terlihat antusias
mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka diajak merenungkan kembali makna
pendidikan yang sejatinya bukan hanya soal capaian akademis, tetapi juga membentuk
karakter anak melalui kasih sayang. Dengan metode interaktif, para narasumber
memberikan panduan praktis bagaimana nilai cinta dapat diintegrasikan dalam
setiap mata pelajaran.
Kepala RA Ummatan Wahidah, Sri
Wahyumi, S.Pd., menuturkan kesan mendalam dari kegiatan tersebut. “Kami
diingatkan bahwa pendidikan adalah tentang hati ke hati. Kurikulum berbasis
cinta ini membuat kami melihat anak-anak bukan hanya sebagai murid, melainkan
individu yang butuh ruang untuk tumbuh dengan bahagia,” ujarnya.
Dengan berakhirnya workshop
ini, para guru dan kepala madrasah membawa pulang bekal berharga untuk
diterapkan di sekolah masing-masing. Harapannya, kurikulum berbasis cinta mampu
menjadikan madrasah sebagai rumah kedua yang penuh kehangatan, serta melahirkan
generasi cerdas, berkarakter, dan berperadaban mulia di masa depan.
Hastag : #Madrasahhebat #kurikulumcinta #pondasipendidkan #kemenagrejanglebong #kemenagri
From : RA Ummatan Wahidah

.jpg)

