MA Darul Maarif NU Rejang Lebong Terapkan Sistem Informasi Keuangan Digital, Wujudkan Tata Kelola Transparan dan Akuntabel
Rejang Lebong-Dalam upaya meningkatkan tata kelola lembaga pendidikan yang transparan, akuntabel, dan efisien, penerapan Sistem Informasi Keuangan (SIK) menjadi langkah strategis yang semakin dibutuhkan di era digital saat ini. Lembaga pendidikan, baik sekolah maupun madrasah, dituntut untuk tidak hanya fokus pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada manajemen keuangan yang efektif guna mendukung keberlangsungan program-program pendidikan.
Dengan langkah ini, Lembaga Pendidikan Madrasah Aliyah Darul Maarif NU Rejang Lebong (MA DMNU RL) yang merupakan Lembaga pendidikan madrasah Baru dibawah naungan Yayasan Al Maarif Rejang Lebong memiliki capaian yang besar sebagai madrasah baru memiliki system dan harapan baru untuk perubahan dan kemajuan dunia pendidikan, terlebih dahulu mendapatkan bimbingan dan materi dari Dr. Agus Fajar Hariadi, S.Pd, M.T salah satu ahli IT dan Pembuat Aplikasi.(27/08/2025)
Demikian sebagai spirit Madrasah baru yang memiliki harapan baru, MA DMNU RL mengawali operasional banyak hal baru yang dilakukan seperti system keuangan dengan system Digitalisasi harapan ini seperti yang disampaiakan oleh Kepala MA DMNU RL, Dedi Priyanto, S.E mengatakan:
“Harapan penerapan system ini adalah sebagai Madrasah baru kita memulai dengan semangat Manajemen Operasional dengan model dan hal baru untuk menjadi pondasi kedepannya tetap menjadi madrasah terbaik dan lebih baik untuk manajamen, dengan melalui sistem informasi keuangan, pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih terstruktur, mulai dari perencanaan, pencatatan, hingga pelaporan. Data keuangan yang sebelumnya dikelola secara manual kini dapat diakses secara real-time dan terintegrasi, sehingga meminimalisir risiko kesalahan pencatatan maupun keterlambatan pelaporan.” Kata Dedi Priyanto.
Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pihak sekolah untuk lebih terbuka kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Transparansi penggunaan dana, baik yang bersumber dari pemerintah, komite, maupun pihak lain, dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Selain itu Kepala Madrasah kembali menegaskan bahwa tujuan penggunaan system informasi keuangan ini menuju manajemen sumber daya manusia di tata kelolah MA DMNU menambahkan:
“Penerapan sistem informasi keuangan bukan hanya soal digitalisasi administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan tata kelola yang profesional. Dengan adanya sistem ini, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat karena didukung oleh data yang akurat.” Tutup Dedi Priyanto.
Penggunaan Sistem Informasi keuangan ini akan diterapkan Lembaga Pendidikan dibawah Yayasan Al Maarif Rejang Lebong. Seperti disampaikan Ketua Yayasan, Dr. KH. Ngadri Yusro, M.Ag menyampaikan:
“Penggunaan Sistem Informasi keuangan ini akan diterapkan Lembaga Pendidikan dibawah Yayasan Al Maarif Rejang Lebong yang mana system ini digunakan berasal dari terinspirasi dari rapat tahunan masalah pengelolaan keuangan, pengelolaan keuangan sebelumnya secara manual yang sebelumnya sumber dari wali santri, donator dan sumber lainnya sehingga mudah terkontrol dan terlaporkan dengan akuntabel dengan memberikan kemudahan penyusunan laporan keuangan dari unit-unit pendidikan”. Kata KH. Ngadri Yusro
Diharapkan penggunaan system ini dapat dijalankan secara optimal oleh MA DMNU Rejang Lebong yang mendukung penuh system ini, selain itu dapat berjalan sebagai awal pembuka Madrasah baru membuat pondasi tersebut, dengan optimalisasi lembaga pendidikan melalui sistem informasi keuangan ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan, baik dalam hal efisiensi operasional maupun peningkatan kualitas layanan pendidikan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : DMNUmumtaz!
From : MA Darul Maarif NU

.jpg)

