NASIONAL
PENDIDIKAN
29 Agustus 2025
577
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
Sosialisasi Pendidikan Inklusif, Guru MIN 1 Rejang Lebong Paparkan Indikator Madrasah Inklusif
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik. Hal ini terlihat pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Inklusif yang dilaksanakan bersamaan dengan Desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu (27/08/2025) di ruang kelas.
Dalam kesempatan tersebut, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, guru MIN 1 Rejang Lebong, memaparkan indikator kebutuhan madrasah inklusif yang menjadi dasar penting dalam pengembangan pembelajaran yang adil dan setara bagi seluruh siswa. Ia menegaskan bahwa inklusivitas harus dimulai dari kesadaran bersama, baik guru, siswa, maupun lingkungan sekolah.
“Indikator kebutuhan madrasah inklusif meliputi komitmen dan budaya sekolah yang menghargai keberagaman, kurikulum yang fleksibel dengan diferensiasi pembelajaran, ketersediaan serta kesiapan sarana prasarana yang mendukung, kompetensi dan pelatihan tenaga pendidik, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan inklusif,” ujar Hilda Kurniati.
Lebih lanjut, Hilda menambahkan bahwa pemahaman mengenai pendidikan inklusif bukan hanya sebatas menerima siswa berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman, adaptif, serta menghargai keunikan setiap anak. “Madrasah inklusif berarti setiap anak, tanpa terkecuali, dapat belajar dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu guru MIN 1 Rejang Lebong, Irma Nengsih, S.Pd.I, mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Menurutnya, pemaparan yang disampaikan membuka wawasan para guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih ramah dan fleksibel. “Informasi ini sangat bermanfaat bagi kami para guru. Dengan adanya panduan indikator, kami bisa lebih terarah dalam menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhan semua siswa,” ungkap Irma.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan salah satu bentuk nyata dari madrasah ramah anak yang senantiasa diupayakan pihaknya. “Kami berkomitmen untuk menjadikan MIN 1 Rejang Lebong sebagai madrasah yang mampu menerima dan melayani semua anak. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap guru-guru semakin siap mengimplementasikan nilai inklusivitas dalam setiap proses pembelajaran,” tutur Mufidatul.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi seluruh tenaga pendidik di MIN 1 Rejang Lebong untuk memperkuat pemahaman dan implementasi pendidikan inklusif. Dengan adanya dukungan dari pihak sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, MIN 1 Rejang Lebong optimis dapat mewujudkan madrasah inklusif yang benar-benar ramah bagi semua peserta didik.
(Randi Sefto Fanedi, S.Pd/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



