Wujudkan Pendidikan Inovatif, MA Darul Maarif NU Rejang Lebong Ikuti Sosialisasi Alef
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen MA Darul Maarif NU Rejang Lebong untuk terus meningkatkan mutu pendidikan kembali dibuktikan dengan keikutsertaan dalam Program Alef Bengkulu 2025. Program ini diawali dengan kegiatan Sosialisasi Alef Bengkulu yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Wilayah Provinsi Bengkulu pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Alef adalah sebuah platform pembelajaran digital yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar-mengajar di madrasah dan sekolah. Program ini sudah banyak digunakan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, melalui kerja sama dengan Kementerian Agama RI
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MA Darul Maarif NU Rejang Lebong bersama dua guru mata pelajaran, yaitu Dwi Ayu Wulandari, S.Pd (Guru Bahasa Arab) dan Siti Masitoh, S.Pd (Guru Bahasa Inggris), hadir dengan penuh antusias untuk mendalami strategi penerapan pembelajaran berbasis digital melalui platform Alef.
Program Alef sendiri merupakan terobosan inovatif berbasis teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong guru agar lebih kreatif, serta memberi pengalaman belajar yang lebih interaktif kepada peserta didik. Melalui program ini, madrasah diharapkan mampu menyiapkan generasi yang adaptif, unggul, dan siap bersaing di era global.
Kepala MA Darul Maarif NU. Dedi Priyanto, S.E menyampaikan, keikutsertaan dalam program ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
“Kami optimis, dengan dukungan program Alef, proses pembelajaran di MA Darul Maarif NU akan semakin maju, inovatif, dan menyenangkan bagi siswa. Namun, sebagai madrasah berbasis pondok pesantren, kami juga memastikan penerapan Alef disesuaikan dengan kultur keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan di sini,” ungkap Kepala Madrasah.
Salah satu guru peserta, Dwi Ayu Wulandari, S.Pd, juga menyampaikan pengalamannya meski sosialisasi diikuti secara daring.
“Alhamdulillah, meski melalui daring, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pemanfaatan Alef. Aplikasi ini sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang menarik. Kami akan berusaha mengintegrasikan Alef dengan tradisi pesantren sehingga siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang lengkap, baik secara digital maupun kitabiyah,” ujarnya.
Senada, Siti Masitoh, S.Pd menambahkan bahwa Alef menjadi peluang besar bagi guru untuk lebih inovatif.
“Program ini membuka wawasan kami bahwa teknologi bisa menjadi sahabat dalam mengajar. Kami akan berkomitmen mengembangkan pembelajaran bahasa yang lebih komunikatif dengan bantuan Alef,” jelasnya.
Sebagai madrasah yang bernaung dalam lingkungan pesantren, penerapan Alef akan dijalankan dengan pendekatan yang selaras antara teknologi modern dan kearifan lokal pesantren. Misalnya, penggunaan Alef akan dipadukan dengan metode sorogan, bandongan, serta penguatan akhlak yang tetap menjadi ruh pendidikan di pondok.
Setelah mengikuti sosialisasi, perjalanan peningkatan kompetensi ini akan berlanjut ke tahap pelatihan intensif, sehingga guru dan kepala madrasah dapat mengimplementasikan program Alef secara maksimal di kelas. Dengan demikian, MA Darul Maarif NU Rejang Lebong bertekad menjadikan Alef sebagai salah satu pilar penting dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi, tanpa menghilangkan kekhasan pesantren sebagai penjaga nilai-nilai keislaman
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #DMNUMumtaz! #Kemenagrejanglebong #Kemenagri #Bersinergi dengan Teknologi, Menjaga Tradisi Pesantren #Transformasi Digital Menuju Madrasah Unggul #Alef untuk Madrasah Hebat, Santri Bermartabat #Madrasah Go Digital, Prestasi Semakin Global #Inovasi Tak Lepas dari Tradisi
From : MA Darul Maarif NU



