PAI KUA Binduriang Sampaikan Makna Doa Nabi Musa di Bimbingan Penyuluhan MTs Nurul Fatah
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Binduriang Romadon, S. Pd, kembali hadir di tengah siswa-siswi MTs Nurul Fatah dalam kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan, Jumat (29/8). Kali ini, materi yang diangkat adalah tentang Makna Doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an yang terdapat dalam Surah Thaha ayat 25-28.
Dalam penjelasannya, Penyuluh Agama menguraikan bahwa doa Nabi Musa “Rabbi isyrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul ‘uqdatan min lisani, yafqahu qawli” mengandung pelajaran berharga bagi setiap muslim. Doa tersebut mencerminkan kerendahan hati Nabi Musa ketika menghadapi tugas berat berdakwah, sekaligus menunjukkan pentingnya memohon pertolongan Allah dalam setiap urusan.
“Doa Nabi Musa ini bukan hanya untuk para nabi atau dai, tetapi bisa diamalkan oleh siapa saja. Saat menghadapi ujian, belajar, maupun ketika merasa sulit berbicara, doa ini sangat tepat dibaca. Intinya, kita meminta agar Allah melapangkan dada, memudahkan urusan, dan memberi kelancaran dalam menyampaikan perkataan,” jelas Romadon
Para siswa MTs Nurul Fatah terlihat antusias mengikuti penyuluhan ini. Mereka diajak untuk menghafalkan doa tersebut sekaligus memahami maknanya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Kepala MTS Nurul Fatah Binduriang Yesi Rusadi, M. Pd, menyampaikan apresiasinya atas bimbingan yang diberikan. “Materi ini sangat relevan untuk anak-anak, apalagi mereka sedang dalam masa belajar. Doa Nabi Musa bisa menjadi motivasi agar mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, ASN Penyuluh Agama IslamKUA Binduriang berharap dapat menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, sehingga para pelajar tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual yang menuntun mereka dalam meraih cita-cita.
(Diana Erlina/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #KUABINDURIANG#PENYULUHAGAMASIAPBERGERAK
From : KUA Binduriang



