Santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Bikin Meriah Malam Minggu dengan Muhadharah Penuh Inspirasi
Rejang Lebong (Humas) – Malam Minggu di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terasa berbeda. Alih-alih diisi dengan kegiatan biasa, para santri menghidupkan suasana dengan Muhadharah, sebuah tradisi latihan berpidato yang rutin digelar setiap Sabtu malam. Kegiatan ini tak hanya mengasah keterampilan berbicara, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi santri untuk mengekspresikan diri dalam nuansa Islami yang penuh kebersamaan (30/8/2025).
Pada kesempatan kali ini, salah satu santriwati Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU kelas X. MA, Malika Putri Aulia, tampil memukau dengan ceramah bertema “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan”. Dengan penuh semangat, Malika menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan adalah nikmat besar dari Allah SWT yang harus dijaga dengan amal kebaikan, rasa syukur, dan semangat belajar yang tak kenal lelah, tema ini diambil sebagai penutup di bulan Agustus dalam tetap semangat kemerdekaan.
“Kemerdekaan ini amanah, dan sebagai santri kita harus mengisinya dengan hal-hal positif yang bermanfaat untuk umat dan bangsa,” ucap Malika dalam ceramahnya.
Suasana muhadharah semakin semarak dengan adanya penampilan dari beberapa santri lain. Mereka menampilkan pembacaan syair Islami, drama bertema akhlak, hingga hiburan ringan yang mengundang tawa sekaligus memberikan pelajaran berharga. Gelak riang para santri menghiasi malam itu, namun tetap dalam bingkai nilai pendidikan dan dakwah Islami.
Kegiatan yang dipandu langsung oleh Ustadzah Dian Azizatul Laili, S.Ag dan Ustadzah Dwi Ayu Wulandari, S.Pd. “Kami sangat bangga dengan semangat para santri. Melalui muhadharah, mereka belajar tampil percaya diri, menyampaikan gagasan, sekaligus berlatih menjadi dai dan daiyah yang siap terjun ke masyarakat,” ujar Ustadzah Dwi.
Selain ceramah, acara juga dimeriahkan oleh penampilan santri lainnya, mulai dari pembacaan syair Islami, penampilan drama, hingga hiburan ringan yang membuat suasana menjadi penuh semangat, bahagia, dan riang gembira. Ustadzah Dwi Ayu Wulandari menambahkan,
“Muhadharah bukan sekadar latihan pidato, tapi juga sarana melatih mental, kecerdasan emosional, serta kreativitas santri. Kemudian Muhadarah dalam kegiatannya juga menampilkan beberapa kreasi serta kreativitas santri kita seperti menampilkan sebuah drama megnenai kehidupan santri dipesantren, hal demikian merupakan luapan untuk menghibur diri dengan menampilkan kreasi dan kreatifitas mereka. Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menjadi pemimpin masa depan.”
Dengan semangat yang terpancar di wajah para santri malam itu, jelas bahwa muhadharah telah menjadi wadah penting dalam pembinaan diri. Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus membuktikan komitmennya untuk mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam keterampilan hidup, siap membawa Islam rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #DMNUmumtaz! #MuhadharahSantri #SantriDarulMaarifNU #SabtuMalamBermakna #SantriBerdaya
From : MA Darul Maarif NU



