Menuju Harlah ke-5, Ponpes Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Mantapkan Kiprah Pendidikan dan Kebersamaan
Rejang Lebong (Humas) – Tidak terasa pada hari ini Selasa (02/09/2025) menandakan bahwa 13 hari lagi Pondok Pesantren Darul Maarif NU Rejang Lebong akan merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-5 yang bertepatan pada tanggal 15 September 2025. Sebuah usia yang masih muda, namun sudah menorehkan banyak kisah perjuangan dan capaian.
Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong semakin memancarkan energi semangat, kebersamaan, dan optimisme. Sejak berdiri, pesantren ini telah menjadi oase ilmu dan akhlak bagi generasi muda, dan kini semakin lengkap dengan hadirnya Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU sebagai bagian dari pendidikan formal yang siap mencetak santri berdaya saing tinggi.
Bagi sebagian orang, lima tahun mungkin masih awal. Namun bagi keluarga besar Ponpes Darul Ma’arif NU, lima tahun adalah perjalanan penuh doa, kerja keras, dan harapan. Dari mulai berdiri dengan sarana sederhana, hingga kini berkembang menjadi pusat pendidikan yang semakin lengkap, pondok ini terus tumbuh menjadi bagian penting dari masyarakat Rejang Lebong. Peringatan Harlah tahun ini terasa istimewa, karena tidak hanya menandai usia pesantren yang memasuki lima tahun, tetapi juga menjadi tonggak penting hadirnya lembaga baru yang memperluas kiprah pendidikan pesantren.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., menegaskan bahwa momentum ini adalah refleksi syukur sekaligus tekad untuk melangkah lebih maju. “Harlah ke-5 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum syukur dan komitmen. Dengan adanya MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, kami ingin membuktikan bahwa pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.
Keistimewaan lain juga hadir dari karya Kepala MA Darul Maarif NU Rejang Lebong yang sekaligus hobi di bidang desain grafis. Logo resmi Harlah ke-5 yang ia rancang walaupun hanya sederhana tetapi menjadi simbol perjalanan pesantren dengan filosofi mendalam:
Singkatnya maksud dan tujuan yang tergambar dalam logo tersebut dapat disimpulkan dalam penjelasan bahwa angka 5 sebagai usia pesantren, bintang sembilan sebagai identitas NU, serta simbol rukun Islam dan rukun iman, yang dilengkapi lingkaran hijau dan bunga sebagai tanda pertumbuhan, keindahan, dan kebersamaan.
Salah seorang santri, menyampaikan kebanggaannya. “Kami merasa terinspirasi. Kepala madrasah kami tidak hanya mendidik, tetapi juga memberi teladan berkarya. Logo ini membuat kami semakin bersemangat menyambut Harlah Ponpes Darul Ma’arif NU Rejang Lebong,” tuturnya.
Dengan dukungan penuh para pengurus, guru, santri, dan masyarakat, Harlah ke-5 ini diharapkan menjadi pijakan emas untuk menyalakan harapan baru: melahirkan generasi santri yang berilmu, beriman, dan siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan peradaban.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #Lima Tahun Menyalakan Harapan, Menguatkan Perjuangan #Bersama Darul Ma’arif, Mencetak Generasi Berilmu dan Berakhlak #Dari Pesantren untuk Umat: Berdaya, Berkarya, Berkhidmat #Harlah ke-5: Menyatukan Tradisi, Menatap Masa Depan #Santri Berkarya, Pesantren Berjaya #Bersyukur di Usia Lima, Bertekad untuk Selamanya #Darul Ma’arif NU: Rumah Ilmu, Ladang Amal, Cahaya Peradaban
From : MA Darul Maarif NU



