Dari Pesantren untuk Dunia, Membangun Generasi Santri Cakap Digital, Berakhlak Mulia, dan Siap Menjadi Pemimpin Masa Depan di MA Darul Maarif NU Rejang Lebong
Rejang Lebong (Humas) – Pesantren selama ini dikenal dengan kesederhanaan dan keterbatasannya dalam hal teknologi. Akses terhadap gawai maupun internet sangat terbatas, bahkan dalam aktivitas harian santri hampir tidak pernah disentuh. Namun, keterbatasan itu tidak membuat Madrasah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tertinggal dari arus digitalisasi pendidikan. Justru dari ruang belajar yang sederhana, lahir semangat baru: madrasah go digital.
Salah satu langkah nyata dalam transformasi ini adalah pemanfaatan program pembelajaran Alef, sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan cara yang lebih interaktif, modern, dan sesuai kebutuhan zaman.
Untuk memperkuat pemahaman, para guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Alef secara daring pada Selasa–Rabu, 2–3 September 2025. Kegiatan ini membekali guru dengan pemahaman teknis sekaligus strategi pedagogis agar Alef dapat diintegrasikan secara optimal dalam pembelajaran di kelas.
Menurut Kepala Madrasah Darul Ma’arif NU, Dedi Priyanto, S.E program ini merupakan bagian dari ikhtiar besar madrasah dalam mengimbangi perkembangan teknologi sekaligus menjaga nilai-nilai pesantren.
“Kami memandang Alef bukan hanya inovasi, tetapi juga kebutuhan. Madrasah harus adaptif dan tidak boleh tertinggal dari perkembangan zaman. Karena itu kami mendorong para guru untuk aktif belajar dan memastikan program ini berjalan baik. Kami akan memantau dan mendampingi jalannya implementasi Alef, agar guru maupun santri merasakan manfaatnya secara nyata,” jelas Kepala Madrasah.
Guru Bahasa Arab, Dwi Ayu Wulandari, S.Pd menuturkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan dalam memperdalam penguasaan bahasa. “Selama mengikuti Bimtek Alef, saya banyak belajar tentang bagaimana memanfaatkan platform digital untuk membuat pembelajaran Bahasa Arab lebih mudah dipahami. Biasanya santri merasa asing dengan kosa kata baru, tetapi dengan bantuan Alef mereka bisa berlatih lebih interaktif. Ini tentu sangat mendukung kami di pesantren yang selama ini minim akses digital,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Guru Bahasa Inggris, Siti Masitoh, S.Pd juga menyampaikan bahwa program Alef akan menjadi terobosan penting dalam pembelajaran di madrasah. “Dalam pelatihan, kami dikenalkan dengan fitur-fitur yang dapat meningkatkan keterampilan berbahasa santri, terutama dalam reading dan speaking. Meski santri di sini terbatas akses internet, program Alef bisa menjadi sarana latihan yang efektif ketika digunakan secara terjadwal. Harapannya, santri tidak hanya mahir membaca teks klasik, tapi juga mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa global,” tuturnya.
Dengan komitmen bersama dari kepala madrasah, guru, dan santri, Madrasah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan cambuk untuk lebih kreatif. Pesantren kini tidak hanya sebagai benteng moral dan spiritual, tetapi juga sebagai pusat lahirnya generasi yang cakap digital, berwawasan global, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur pesantren.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #DMNUmumtaz! #MadrasahGoDigital #SantriCakapDigital #AlefMadrasah #TransformasiDigitalMadrasah #MadrasahHebatBermartabat #DigitalisasiPesantren #SantriMendunia
From : MA Darul Maarif NU

.jpg)

