PAI Curup Tengah : Maulid Nabi Muhammad SAW, Antara Keteladanan dan Kenyataan
Rejang Lebong (Humas) - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Curup
Tengah mengajak umat Islam untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi
mendalam terhadap keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan
yang diselenggarakan di berbagai masjid dan majelis taklim di wilayah Curup
Tengah ini tidak hanya menjadi ajang peringatan seremonial, tetapi juga sarana
pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dalam
tausiahnya yang berjudul "Maulid
Nabi Muhammad SAW: Antara Keteladanan dan Kenyataan", PAI Curup
Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I menyampaikan bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW
tidak cukup hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi harus
diwujudkan dalam ketaatan dan
pengamalan sunnah beliau dalam kehidupan nyata.
“Hari ini kita memperingati Maulid Nabi, tapi
apakah kita sudah benar-benar meneladani akhlak beliau? Sudahkah kita jujur
dalam berdagang, adil dalam memimpin, dan santun dalam bersikap? Maulid bukan
sekadar seremonial, tapi harus jadi momentum muhasabah diri,” ujar PAI Wawan.
Tausiah
tersebut menekankan bahwa keteladanan
Rasulullah SAW harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, baik
sebagai pribadi, anggota keluarga, maupun warga masyarakat. Rasulullah adalah
contoh terbaik dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepemimpinan, dan
komitmen terhadap keadilan.
Namun,
PAI juga menggarisbawahi bahwa dalam kenyataannya, banyak umat Islam hari ini
yang masih jauh dari nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, Maulid menjadi
momen yang sangat penting untuk menyatukan kembali antara cinta kepada Nabi dan realita pengamalan
ajarannya.
Kegiatan
Maulid Nabi di wilayah Curup Tengah ini turut diramaikan dengan berbagai aktivitas
seperti pembacaan maulid dan shalawat bersama, yang menunjukkan semangat
kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat.
“Meneladani Nabi itu tidak harus menunggu sempurna.
Mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat.
Inilah makna Maulid yang sesungguhnya,”
tutup Wawan.
Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah


.jpg)
.jpg)