KUA Curup Tengah Ikuti Sosialisasi Stunting dan Tanda Bahaya Kehamilan Bagi Remaja
Rejang Lebong (Humas) ---- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah turut serta dalam kegiatan Sosialisasi Stunting dan Tanda Bahaya Kehamilan Bagi Remaja, yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kampus Curup (10/09).
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Poltekkes ini dihadiri oleh Tim Percepatan Penanggulangan Stunting Kab. Rejang Lebong, Kadis DP3APPKB Kab. Rejang Lebong, Camat Curup Tengah, Kepala Puskesmas Perumnas, PKB Curup Tengah, termasuk KUA Curup Tengah yang diwakili oleh penyuluh agama Islam, kader kesehatan, guru, serta perwakilan remaja. KUA Curup Tengah mengirimkan perwakilan penyuluh agama sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan stunting berbasis edukasi keagamaan dan sosial.
Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI melalui PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keterlibatan KUA dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang pencegahan pernikahan usia dini dan peningkatan kualitas keluarga.
“Masalah stunting dan kehamilan berisiko pada remaja bukan hanya isu kesehatan, tapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan keagamaan. Oleh karena itu, KUA berkepentingan untuk turut ambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda,” tegas Wawan.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta diberikan pemahaman tentang faktor penyebab stunting, bahaya kehamilan pada usia remaja, serta pentingnya gizi seimbang sejak dini. Selain itu, juga dibahas peran keluarga, sekolah, dan tokoh agama dalam mencegah praktik pernikahan dini yang berisiko menimbulkan dampak kesehatan dan sosial di masa depan.
Penyuluh agama dari KUA juga menyampaikan materi tentang pentingnya membangun keluarga sakinah berdasarkan ajaran Islam, dimulai dari kesiapan mental, fisik, dan spiritual dalam membina rumah tangga.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi antara instansi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.
(Ebit Iswandi/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah

.jpg)
.jpg)
