MAN Rejang Lebong Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
Rejang Lebong (HUMAS) – Lapangan utama MAN Rejang Lebong pagi itu tampak semarak dan penuh khidmat. Ratusan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta Mhasiswa PPL berkumpul untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara ini menjadi salah satu agenda rutin tahunan madrasah yang bertujuan memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman siswa tentang sejarah Nabi, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.(13/09)
Suasana pagi yang cerah menambah kekhusyukan acara. Seluruh peserta mengenakan pakaian muslim rapi, sebagian besar siswa putri mengenakan gamis putih, sementara siswa putra mengenakan koko dan peci. Dekorasi panggung utama dipenuhi dengan ornamen bertema islami, bendera, dan spanduk besar bertuliskan “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H – MAN Rejang Lebong”.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu siswa terbaik madrasah. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang merdu membuat suasana semakin khidmat dan penuh penghayatan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala MAN Rejang Lebong, Bapak H. Yusrijal, M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya memperingati Maulid Nabi sebagai sarana untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dan mengamalkan sunnah beliau.
“Maulid Nabi bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah momen refleksi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana kita telah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah era digital dan tantangan zaman yang semakin kompleks, generasi muda perlu membekali diri dengan iman yang kuat, akhlak mulia, dan semangat belajar yang tinggi,” ujar H. Yusrijal.
Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan momen ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik, serta berperan aktif dalam menjaga nama baik madrasah.
Puncak acara adalah penyampaian tausiah oleh Ustadz David Riyan, S.Pd.I., M.Pd.I., seorang penceramah dan pendidik yang dikenal inspiratif. Tausiah beliau bertema “Bagaimana Cara Menjadi Seorang Muslim yang Sukses”, yang disampaikan dengan gaya bahasa lugas, santai, namun penuh makna.
Dalam ceramahnya, Ustadz David Riyan menegaskan bahwa kesuksesan seorang muslim tidak hanya diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, tetapi dari kemampuan menjaga iman, memperbaiki akhlak, dan memberi manfaat bagi sesama.
“Generasi muslim harus memiliki visi hidup yang jelas. Kesuksesan dunia hanyalah titipan, tetapi yang abadi adalah bekal amal kita untuk akhirat. Rasulullah SAW telah memberi teladan sempurna. Beliau adalah seorang pemimpin, pedagang, ayah, sahabat, sekaligus hamba Allah yang taat. Jika kita ingin sukses, jadikan beliau role model dalam setiap aspek kehidupan,” terang beliau.
Beliau juga mengingatkan para siswa agar bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Menurutnya, media digital bisa menjadi sarana kebaikan jika dimanfaatkan dengan benar, tetapi bisa pula menjadi sumber kemerosotan moral jika digunakan tanpa kendali.
“Di zaman ini, informasi begitu cepat tersebar. Gunakan media sosial untuk berbagi kebaikan, bukan untuk hal yang sia-sia. Saring sebelum sharing, dan jangan mudah terpancing provokasi,” pesannya, disambut tepuk tangan peserta.
Selama tausiah berlangsung, seluruh peserta tampak menyimak dengan seksama. Sesekali terdengar gelak tawa ketika Ustadz David menyampaikan humor-humor ringan untuk mencairkan suasana. Namun pada bagian-bagian penting, suasana berubah hening, menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar masuk ke hati para pendengar.
Salah satu siswi kelas XI, Siti Nurhaliza, mengaku sangat terinspirasi oleh pesan yang disampaikan.
“Saya jadi termotivasi untuk lebih rajin shalat, membaca Al-Qur’an, dan mengurangi waktu bermain media sosial. Ternyata menjadi muslim yang sukses itu bukan hanya pintar di sekolah, tetapi juga harus berakhlak baik dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Kegiatan Maulid ini juga menjadi ajang silaturahmi antara guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Banyak orang tua yang turut hadir mendampingi anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di MAN Rejang Lebong mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru senior. Suasana menjadi haru ketika seluruh peserta menengadahkan tangan, memohon kepada Allah agar diberikan keberkahan hidup, dijauhkan dari musibah, dan diberikan kekuatan untuk meneladani Rasulullah SAW.
Kepala MAN Rejang Lebong, H. Yusrijal, berharap agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah.
“Kami ingin siswa MAN Rejang Lebong tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” tutup beliau.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di MAN Rejang Lebong tidak hanya menjadi momentum peringatan sejarah, tetapi juga media pendidikan karakter. Generasi muda diajak untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, kerja keras, kepedulian sosial, dan semangat belajar.
Di tengah tantangan globalisasi dan era digital, pembentukan karakter menjadi sangat penting. Sekolah dan madrasah memiliki peran strategis dalam mendidik siswa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan emosional.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan siswa MAN Rejang Lebong semakin mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga meraih kebahagiaan di akhirat kelak.
(Wajdi/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : manrl
From : MAN Rejang Lebong



