Dari Semak Belukar Menjadi Pesantren Unggul: Ponpes Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Rayakan Harlah ke-5 dengan Sejarah Panjang, Fasilitas Baru, dan Harapan Besar
Rejang Lebong (Humas) – Lima tahun perjalanan bukanlah waktu yang singkat, terlebih bagi sebuah lembaga pendidikan Islam yang dibangun dari nol. Pada 15 September 2025, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong genap berusia 5 tahun. Harlah kali ini bukan sekadar momentum peringatan, tetapi juga refleksi sejarah perjuangan panjang sekaligus penguatan visi besar menuju madrasah unggul.
Sejarah berdirinya pesantren ini berawal dari tanah wakaf H. Haris Fadilah. Lahan yang dulunya hanya berupa semak belukar, dengan tekad dan doa para pendiri, diubah menjadi pusat pendidikan Islam yang kini berdiri megah. Peletakan batu pertama dilakukan pada 15 September 2020, sebagai simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat Rejang Lebong.
Dalam lima tahun perjalanannya, pesantren ini berkembang pesat. Awalnya hanya memiliki dua unit pendidikan, yakni SMP dan SMK Darul Ma’arif NU, kini telah berdiri Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU Rejang Lebong pada tahun 2025. Madrasah ini dipimpin langsung oleh Dedi Priyanto, S.E.Gr, sosok yang visioner dan konsisten membangun manajemen pendidikan yang profesional serta berorientasi pada mutu.
Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU secara hukum berada di bawah naungan Yayasan Al Ma’arif Rejang Lebong, salah satu yayasan resmi yang diprakasai pendiriannya oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rejang Lebong pada saat itu dibawah pengurus yang diketuai oleh Dr. KH. NGadri Yusro, M.Ag. Karena itu, seluruh pengelolaan pesantren berlandaskan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah.
Ciri khas pesantren ini adalah perpaduan sistem pendidikan salaf dan modern. Pada pagi hingga siang hari santri mengikuti pendidikan formal di sekolah, lalu sore hingga malam mereka memperdalam ilmu agama melalui kajian kitab kuning, tahfidz Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya. Sistem ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Rejang Lebong bahkan Provinsi Bengkulu. Tidak mengherankan, jika lulusan pesantren ini diharapkan menjadi hafizh Al-Qur’an sekaligus ahli kitab Kuning, dua identitas yang kini menjadi brand Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU.
Peringatan harlah ke-5 sejatinya telah dijadwalkan pada 15 September 2025. Rangkaian acara tersebut sedianya akan digelar bersamaan dengan peresmian Gedung Kelas Bertingkat yang baru selesai dibangun di kompleks pesantren. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi yang ada, panitia bersama pimpinan pesantren memutuskan untuk menunda acara perayaan ke akhir September 2025.
Pada pelaksanaan akhir bulan nanti, perayaan harlah akan semakin semarak karena akan dibarengi dengan agenda penandatanganan prasasti Gedung Kelas Bertingkat sekaligus prasasti pendirian MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Momen ini menjadi penanda penting bahwa perjalanan lima tahun bukan hanya tentang usia, melainkan tentang bukti nyata capaian pembangunan fisik dan kelembagaan.
Ketua Yayasan Al Ma’arif Rejang Lebong, Dr. KH. Ngadri Yusro, M.Ag, menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas perjalanan lima tahun pesantren ini:
“Alhamdulillah, lima tahun Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU adalah anugerah besar. Dari lahan wakaf yang sederhana, kini telah tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam yang modern namun tetap menjaga tradisi Ahlusunnah wal Jamaah. Kami berharap pesantren ini terus istiqamah melahirkan santri yang berilmu, berakhlak, hafizh Qur’a. Insya Allah, Darul Ma’arif NU akan menjadi pilar penting pendidikan Islam di Bengkulu.”
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dr. Ky. Mabrur Syah, S.Pd.I, S.IPI, MH.I, menegaskan komitmen besar pesantren dalam mengabdi untuk umat:
“Perjalanan lima tahun ini adalah bukti nyata kerja keras, doa, dan kebersamaan kita semua. Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU tidak hanya membangun gedung dan fasilitas, tetapi juga membangun peradaban. Santri-santri kita dididik agar menjadi generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman. Semoga ke depan, pesantren ini semakin berkembang, melahirkan ulama, cendekiawan, dan pemimpin bangsa yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam Ahlusunnah wal Jamaah.”
Dalam diskusi dan hasil wawancara dengan Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E.Gr, juga menambahkan:
“Alhamdulillah, lima tahun ini merupakan perjalanan penuh perjuangan. Dari semak belukar kini berdiri gedung megah; dari cita-cita sederhana kini lahir sebuah pesantren yang menjadi kebanggaan masyarakat. Semoga dengan bertambahnya usia, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU semakin kokoh sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi hafizh Qur’an, ahli kitab, berakhlak mulia, dan cerdas menghadapi tantangan zaman.”
Dengan berbagai capaian tersebut, harlah ke-5 menjadi titik tolak baru Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong untuk terus berkontribusi mencetak kader bangsa dan umat. Pesantren ini diharapkan tetap istiqamah dalam jalur Ahlusunnah wal Jamaah, menjadi rumah ilmu, pusat dakwah, dan benteng akhlak generasi muda.
Selamat Harlah ke-5 Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Semoga semakin jaya, penuh berkah, dan istiqamah dalam membangun generasi Qur’ani dan ahli kitab untuk kejayaan agama, bangsa, dan negara.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #HarlahPonpesDarulMaarifNU #5TahunDarulMaarifNU #DarulMaarifNURejangLebong #PonpesNURejangLebong #MadrasahUnggul #SantriHebat #GenerasiQurani #AhlusunnahWalJamaah #NURejangLebong
From : MA Darul Maarif NU

.jpg)
.jpg)
