MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong sebagai Madrasah Baru, Berprestasi: mengantarkan Santri Lolos Olimpiade Tingkat Provinsi di OMI 2025
Rejang Lebong (Humas) – Sebuah babak baru pendidikan madrasah di Kabupaten Rejang Lebong mulai ditorehkan oleh MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Baru berdiri pada tahun ajaran 2025, madrasah ini langsung menghadirkan warna baru bagi dunia pendidikan dengan menorehkan prestasi gemilang.(18/09)
Santrinya, Wahyuni Septi Wulandari, siswi kelas X yang juga mukim di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, berhasil lolos ke tingkat provinsi dalam ajang bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 cabang Fisika. Keberhasilan Wahyuni bukan hanya prestasi pribadi, melainkan simbol hadirnya madrasah baru yang siap berkontribusi dan bersaing di kancah pendidikan.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E.Gr., menyebut bahwa capaian ini adalah sejarah emas bagi madrasah yang baru seumur jagung, yang sebenarnya kepala madrasah memberikan kesempatan kepada santri lain untuk mengikuti sebagai modal dan pengalaman dan semangat berjuang dan belajar.
“Alhamdulillah, prestasi Wahyuni membuktikan bahwa MA Darul Ma’arif NU hadir bukan sekadar melengkapi, tetapi memberi warna baru dalam peta pendidikan madrasah di Rejang Lebong. Meski baru berdiri dan baru memiliki santri di kelas 10, kami berkomitmen melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Wahyuni telah memberi inspirasi bahwa semangat besar bisa lahir dari madrasah yang baru tumbuh, serta ini memberi contoh nyata bahwa semangat belajar, doa, dan ikhtiar tidak akan pernah sia-sia. Kami berharap ini menjadi pintu awal bagi prestasi-prestasi lain di masa mendatang,”” tegasnya.
Wahyuni, yang dikenal tekun dan sederhana, tak menyangka perjuangannya akan berbuah manis. Tinggal di pondok pesantren membuatnya terbiasa dengan kedisiplinan, yang kemudian ia terapkan dalam belajar.
“Saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Awalnya ada rasa ragu, tapi bimbingan guru, dukungan teman-teman, serta doa dari orang tua membuat saya percaya diri. Saya ingin membuktikan bahwa santri juga bisa berprestasi di bidang sains. Mohon doa agar saya bisa tampil maksimal di tingkat provinsi nanti, Saya ingin membawa nama baik madrasah baru ini agar dikenal dan diperhitungkan.” tutur Wahyuni penuh haru.
Di Desa Tasik Malaya tempat tinggal orang tua wahyuni, Kartika Sari yang merupakan Ibunda Wahyuni menyambut kabar bahagia itu dengan rasa syukur mendalam. Walau anak mereka tinggal di pondok, doa dan dukungan tidak pernah berhenti mengalir.
“Kami bangga sekali, apalagi ini madrasah baru yang langsung bisa menunjukkan prestasi. Doa kami dari rumah selalu untuk Wahyuni agar terus kuat, semangat, dan rendah hati. Semoga ia bisa membawa nama baik madrasah dan daerah kita di tingkat provinsi,” tutur Ibunda Wahyuni dengan haru.
Kehadiran MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong telah memberi warna baru bagi dunia pendidikan madrasah di daerah ini. Prestasi Wahyuni menjadi tonggak awal bahwa madrasah yang lahir dari semangat kebersamaan, pesantren, dan dukungan masyarakat mampu melahirkan generasi santri yang unggul.
Di tengah perjalanan yang masih muda, MA Darul Ma’arif NU menunjukkan komitmennya: bukan hanya sekadar hadir, tetapi juga berkontribusi, bersaing, dan berprestasi. Prestasi perdana ini adalah awal dari langkah panjang menuju madrasah yang mandiri, berprestasi, hebat, dan bermartabat.
Kini, doa dan harapan terbaik dipanjatkan agar Wahyuni mampu tampil maksimal di tingkat provinsi, mengharumkan nama madrasah baru, pondok pesantren, serta Kabupaten Rejang Lebong di pentas yang lebih luas.
(Amanatus Saniah/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #MA Darul Ma’arif NU, Madrasah Baru yang Membawa Warna, Membangun Asa, dan Mengukir Prestasi #MADarulMaarifNURejangLebong #SantriBerprestasi #OMI2025 #FisikaMadrasah #PrestasiMadrasah
From : MA Darul Maarif NU

.jpg)
.jpg)
