MAN Rejang Lebong Siapkan Pelaksanaan TKA 2025 sebagai Strategi Tingkatkan Daya Saing Siswa Masuk Perguruan Tinggi
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rejang Lebong terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing peserta didik di tingkat nasional. Salah satu upaya strategis yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 bagi seluruh siswa kelas XII yang akan berlangsung pada 3–6 November 2025.(27/09)
TKA merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan untuk mengukur capaian akademik dan potensi siswa di berbagai bidang ilmu. Meskipun bersifat tidak wajib, TKA memiliki peran signifikan karena hasilnya dapat dijadikan sebagai indikator kemampuan akademik dan menjadi pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Melalui TKA, siswa juga dapat mengenali kelebihan dan kekurangannya, sehingga mampu merancang strategi pengembangan diri secara lebih terarah.
Tahun ini, sebanyak 344 siswa kelas XII MAN Rejang Lebong akan mengikuti pelaksanaan TKA 2025. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme tinggi peserta didik dalam mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya, sekaligus menunjukkan keseriusan madrasah dalam mengawal langkah mereka menuju perguruan tinggi.
Kepala MAN Rejang Lebong, Yusrijal, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Menurutnya, TKA bukan sekadar ujian biasa, tetapi merupakan jembatan penting yang menghubungkan dunia pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi.
“TKA menjadi ajang bagi siswa untuk mengukur sejauh mana pencapaian akademik yang telah diraih selama belajar di madrasah. Lebih dari itu, hasil TKA bisa menjadi bekal penting bagi mereka untuk bersaing masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Kami ingin memastikan bahwa lulusan MAN Rejang Lebong tidak hanya siap secara mental, tetapi juga unggul secara akademik,” ungkap Yusrijal.
Lebih lanjut, Yusrijal menambahkan bahwa madrasah selalu berupaya menghadirkan inovasi dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pelaksanaan TKA menjadi salah satu langkah nyata dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Lilis Suryani, Wakil Kepala Bidang Akademik MAN Rejang Lebong, menjelaskan bahwa TKA 2025 akan dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer (CBT) untuk memastikan efisiensi, akurasi, dan transparansi hasil ujian. Format soal terdiri atas pilihan ganda biasa dan pilihan ganda kompleks, di mana dalam beberapa soal bisa terdapat lebih dari satu jawaban yang benar. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman dan analisis siswa secara lebih mendalam.
“Kami sudah mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang diperlukan. Siswa juga diberikan bimbingan dan simulasi ujian sejak dini agar terbiasa dengan sistem CBT dan format soal yang akan dihadapi. Dengan begitu, mereka bisa mengikuti TKA dengan percaya diri,” jelas Lilis.
TKA mencakup beragam mata pelajaran sesuai peminatan yang dapat dipilih siswa berdasarkan jurusan atau program studi yang ingin dituju di perguruan tinggi. Beberapa mata pelajaran tersebut antara lain: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran lainnya yang relevan.
Pemilihan mata pelajaran yang tepat diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang potensi siswa dan memperbesar peluang mereka untuk lolos seleksi masuk perguruan tinggi.
Pelaksanaan TKA tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga membawa dampak positif bagi madrasah dan dunia pendidikan secara umum. Ada beberapa tujuan dan manfaat utama dari pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik ini:
- Mengukur kemampuan akademik siswa – TKA memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik siswa selama menempuh pendidikan di jenjang SMA/MA.
- Persiapan masuk perguruan tinggi – Hasil TKA bisa menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi mahasiswa baru, terutama pada jalur prestasi yang semakin kompetitif.
- Meningkatkan transparansi seleksi – TKA membantu meminimalkan potensi manipulasi nilai rapor karena hasilnya diperoleh dari tes standar nasional.
- Mendorong pengembangan diri – Siswa dapat memahami potensi yang dimiliki dan merancang strategi pengembangan diri untuk masa depan.
Dukungan penuh juga diberikan oleh bagian tata usaha dalam memastikan kesiapan administrasi dan teknis pelaksanaan TKA. Sinarti, Kepala Tata Usaha MAN Rejang Lebong, menyampaikan bahwa koordinasi antara pihak madrasah, panitia, guru, dan wali kelas telah dilakukan secara intensif untuk memastikan pelaksanaan berjalan tanpa kendala.
“Kami memastikan semua kesiapan berjalan dengan baik, mulai dari perangkat ujian, ruang ujian, hingga dukungan teknis selama pelaksanaan. Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan baik dan hasilnya menjadi bekal penting dalam melangkah ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan TKA 2025 yang akan diikuti oleh 344 siswa kelas XII, MAN Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga membentuk karakter dan semangat kompetitif siswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman belajar yang komprehensif, dan kesiapan menghadapi TKA, siswa MAN Rejang Lebong diharapkan mampu meraih prestasi gemilang serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai cita-cita mereka.
(Wajdi/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : manrl
From : MAN Rejang Lebong



