Penyuluh Agama KUA Binduriang Gelar Penasehatan untuk Calon Pengantin
Rejang Lebong (Humas) – Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan berumah tangga, Penyuluh Agama KUA Binduriang menggelar kegiatan penasehatan untuk calon pengantin (catin) pada hari Sabtu (27/9). Kegiatan yang diadakan di aula KUA Binduriang ini diikuti 2 pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. (29/09)
Acara penasehatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada calon pengantin agar siap menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh tanggung jawab, serta memahami hak dan kewajiban dalam rumah tangga menurut ajaran agama Islam. Penyuluhan ini juga mencakup aspek psikologis dan sosial yang penting untuk menunjang keharmonisan dalam keluarga.
Kepala KUA Binduriang Ripi Nasbi, S. H. I, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya peran penyuluh agama dalam memberikan pencerahan kepada calon pengantin. Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu secara fisik, tetapi juga emosional dan spiritual, yang membutuhkan kesiapan mental dan pemahaman agama yang baik.
"Menikah itu adalah sebuah ibadah, jadi setiap calon pengantin harus memiliki bekal yang cukup untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga. Kami ingin agar pernikahan yang dilakukan bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga diberkahi dan langgeng," ujar Fadly.
5 ASN Penyuluh agama KUA Binduriang Diana Erlina, S. Sos, Erdison, S. Kom. I, Fauzan, S. Sos. I, Romadon, S. Pd dan Zulkarnain, S. Ag, menyampaikan materi yang mencakup pentingnya komunikasi dalam pernikahan, cara mengatasi perbedaan pendapat, serta cara menjaga kebersamaan dalam menghadapi ujian rumah tangga. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya saling menghormati dan memahami pasangan sebagai kunci keberhasilan sebuah hubungan.
“Pernikahan adalah perjalanan panjang. Di dalamnya, pasti ada tantangan. Karena itu, sangat penting bagi calon pengantin untuk belajar bagaimana saling mendukung dan memahami satu sama lain, serta memupuk rasa cinta dan kasih sayang yang tulus,” ujar H. Azwar.
Sesi penasehatan ini juga diisi dengan tanya jawab, di mana para calon pengantin diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar masalah yang sering muncul dalam kehidupan berumah tangga. Calon pengantin juga berbagi pengalaman dan harapan mereka, dan sesi ini berakhir dengan doa bersama agar setiap pasangan yang akan menikah dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Salah satu peserta yang berasal dari Desa Taba Padang Diana, calon pengantin yang akan menikah pada bulan depan, mengungkapkan rasa syukur atas adanya acara ini. "Sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham bagaimana seharusnya menjalani pernikahan dan apa yang harus disiapkan. Semoga pernikahan saya nanti berjalan lancar dan penuh berkah," ujar Diana.
Kegiatan penasehatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para calon pengantin di KUA Binduriang, dan menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka perceraian dengan memberikan bekal ilmu yang cukup sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
(Diana Erlina/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #penyuluhagamasiapbergerak
From : KUA Binduriang



