Bimbingan Penyuluhan, PAI Curup Tengah : Pentingnya Menjaga Lisan
Rejang Lebong (Humas) - Dalam rangka membina akhlak dan memperkuat karakter umat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah kembali menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang kali ini mengangkat tema "Pentingnya Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari." (01/10)
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin Kelurahan Air Bang, belum lama ini dihadiri oleh puluhan jama’ah majelis taklim, tokoh masyarakat, dan remaja masjid. Dalam penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Islam, Wawan Miharjo, S.Pd.I, menyampaikan bahwa lisan adalah salah satu anggota tubuh yang kecil secara fisik, namun memiliki dampak yang besar terhadap amal dan kehidupan sosial.
“Banyak orang masuk surga karena lisannya, dan tak sedikit pula yang celaka karenanya. Maka dari itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga ucapan agar tidak menyakiti, memfitnah, atau menyebar keburukan,” ungkap Wawan di hadapan para jama’ah.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui penyuluhan ini, para peserta diajak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial. Terutama di era digital saat ini, ujaran kebencian, gosip, dan hoaks dapat tersebar dengan cepat dan merusak hubungan sosial maupun reputasi seseorang.
Kegiatan ini juga menjadi sarana interaktif, di mana peserta diberi kesempatan berdialog dan bertanya langsung kepada penyuluh tentang masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan etika berbicara, ghibah, adab bertutur kata dalam keluarga, serta dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga.
Salah satu peserta, Ibu Sulastri, menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang disampaikan.
“Alhamdulillah, kami jadi lebih sadar bahwa menjaga lisan itu bagian dari ibadah. Terutama sebagai ibu rumah tangga, penting bagi kami untuk memberi contoh yang baik kepada anak-anak dalam bertutur kata,” ujarnya.
Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, memberikan dukungan penuh terhadap program penyuluhan semacam ini dan berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di berbagai titik di wilayah Curup Tengah.
“Kami ingin para penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam membina umat. Menjaga lisan adalah bagian dari menjaga akhlak dan membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” tegasnya.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya etika berbicara semakin meningkat, sehingga terwujud lingkungan sosial yang lebih sehat, santun, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
(Ebit Iswandi/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



